Dalam beberapa tahun terakhir, tren pembangunan stadion sepak bola tanpa lintasan atletik semakin populer di dunia karena mampu menghadirkan atmosfer pertandingan yang lebih intens dan pengalaman penonton yang lebih dekat dengan aksi di lapangan. Stadion jenis ini menjadi standar bagi ajang bergengsi FIFA seperti Piala Dunia dan Piala Dunia U-17 karena memenuhi syarat visibilitas optimal untuk siaran televisi serta kenyamanan pemain. Indonesia, sebagai negara dengan basis penggemar sepak bola terbesar di Asia Tenggara, kini memiliki beberapa stadion modern yang mengadopsi desain tanpa lintasan atletik.
Dengan kehadiran stadion-stadion seperti Jakarta International Stadium (JIS), Batakan, Maguwoharjo, dan Stadion Utama Sumatera Utara, peluang Indonesia untuk menjadi tuan rumah berbagai ajang FIFA di masa depan semakin terbuka lebar. Selain itu, stadion-stadion ini juga dapat menjadi opsi ideal bagi Timnas Indonesia untuk menggelar laga internasional dengan dukungan penuh dari para suporter di tribun yang lebih dekat ke lapangan.
Jakarta International Stadium (JIS)

Jakarta International Stadium (JIS) adalah stadion sepak bola spesifik terbesar di Indonesia dengan kapasitas sekitar 82.000 penonton, dirancang tanpa lintasan atletik sehingga jarak tribun ke lapangan lebih dekat dan atmosfer penonton lebih intens.
Stadion ini memiliki atap retraktable, rumput hibrida sesuai standar kompetisi besar, dan sejak pembukaannya digunakan sebagai kandang Persija serta untuk beberapa pertandingan Timnas dan ajang usia FIFA (JIS menjadi salah satu venue pada FIFA U-17 World Cup 2023). Karena kapasitas dan fasilitasnya, JIS memenuhi kriteria dasar stadion untuk pertandingan-gelar internasional, namun verifikasi aspek teknis FIFA (ruang ganti, media, keamanan, kelayakan pencahayaan broadcast pada standar tertentu) tetap harus dipastikan setiap kali ada bid untuk turnamen internasional.
Stadion Batakan (Balikpapan)

Stadion Batakan di Balikpapan menawarkan kapasitas besar sekitar 40–42.000 kursi dan merupakan contoh stadion daerah yang dibangun dengan desain modern tanpa lintasan atletik. Desain tribun yang rapat menciptakan atmosfer pertandingan yang lebih hidup, menjadikan Batakan sering disebut sebagai “Emirates-nya Indonesia” karena kemiripannya dengan stadion-stadion elite Eropa.
Selain itu, Batakan memiliki fasilitas modern seperti ruang ganti berstandar internasional, area VIP, dan pencahayaan yang sesuai kebutuhan siaran televisi. Dengan peningkatan pada akses transportasi dan infrastruktur pendukung seperti hotel dan keamanan, stadion ini berpotensi menjadi salah satu venue favorit untuk pertandingan kualifikasi FIFA, laga uji coba Timnas, atau event sepak bola regional tingkat Asia.
Stadion Maguwoharjo (Sleman)

Stadion Maguwoharjo di Sleman menjadi pionir stadion modern di Indonesia yang sepenuhnya dirancang tanpa lintasan atletik, dengan kapasitas sekitar 20.000 penonton. Dikenal dengan menara spiral dan jarak tribun yang sangat dekat dengan lapangan, stadion ini memberikan pengalaman menonton yang intim dan intens mirip dengan atmosfer stadion di Eropa.
Maguwoharjo sering menjadi pilihan untuk pertandingan internasional usia muda atau laga klub Asia karena suasananya yang khas dan dukungan infrastruktur memadai di Yogyakarta. Meskipun kapasitasnya tidak sebesar stadion besar seperti JIS atau Batakan, keunggulannya ada pada desain dan pengelolaan pertandingan yang berfokus pada pengalaman suporter, menjadikannya contoh sukses stadion non-track berkapasitas menengah di Indonesia.
Stadion Utama Sumatera Utara (Medan)

Stadion Utama Sumatera Utara (SUSU) yang berkapasitas sekitar 25.750 penonton dibangun untuk mendukung PON dan berbagai event olahraga nasional. Desainnya dibuat khusus tanpa lintasan atletik, menandakan arah baru pembangunan stadion di luar Jawa yang menekankan kenyamanan penonton dan kejelasan pandangan terhadap lapangan.
Lokasinya di Medan menjadikan stadion ini penting secara strategis untuk memperluas jangkauan persepakbolaan nasional ke wilayah barat Indonesia. Dalam konteks penyelenggaraan ajang FIFA, stadion ini berpotensi menjadi venue pendukung untuk kompetisi usia muda atau laga internasional non-turnamen, asalkan melalui proses sertifikasi dan peningkatan fasilitas sesuai standar FIFA terkait keamanan, media, dan pencahayaan lapangan.
Peluang menjadi venue FIFA / kandang Timnas
| Stadion | Kapasitas (±) | Tanpa lintasan atletik? | Kekuatan untuk event FIFA / internasional |
| Jakarta International Stadium (JIS) | 82.000 | Ya | Fasilitas kelas dunia; pernah jadi venue FIFA U-17; siap untuk laga internasional skala besar. |
| Stadion Batakan (Balikpapan) | 40.000–42.000 | Ya | Kapasitas besar; potensi tinggi untuk kualifikasi regional atau pertandingan uji coba internasional. |
| Stadion Maguwoharjo (Sleman) | ~20.000 | Ya | Atmosfer intens; cocok untuk laga klub dan turnamen usia muda. |
| Stadion Utama Sumatera Utara (Medan) | ~25.750 | Ya | Lokasi strategis di barat Indonesia; perlu peningkatan fasilitas untuk standar FIFA penuh. |
Analisis: stadion tanpa lintasan atletik memberikan pengalaman yang lebih mendalam bagi penonton, serta memenuhi syarat dasar untuk visibilitas dan kualitas siaran yang diinginkan FIFA. Indonesia kini memiliki beberapa stadion yang memenuhi kriteria teknis ini, dan jika didukung oleh infrastruktur transportasi, akomodasi, serta manajemen event yang profesional, peluang Indonesia menjadi tuan rumah turnamen FIFA di masa depan semakin realistis.
Untuk Timnas Indonesia, penggunaan stadion-stadion ini sebagai kandang dapat menghadirkan atmosfer dukungan yang lebih maksimal serta menjadi kebanggaan tersendiri di level internasional.
FAQ (Frequently Asked Questions)
A1: Ya, karena desain tanpa lintasan membuat jarak antara penonton dan lapangan lebih dekat, meningkatkan atmosfer pertandingan dan kualitas visual untuk siaran televisi, dua faktor penting dalam turnamen resmi FIFA.
A2: JIS sudah digunakan untuk Piala Dunia U-17 2023, yang menunjukkan bahwa sebagian besar fasilitasnya sesuai standar FIFA. Namun untuk turnamen senior, inspeksi tambahan biasanya dilakukan untuk memastikan kelayakan total.

