Business Directories
Contact Us

Become a member

Get the best offers and updates relating to Liberty Case News.

At 06 Bali: Definisi Ketenangan dan Estetika Minimalis di Jantung Canggu

Canggu terus berevolusi dengan menghadirkan ruang-ruang kreatif yang tidak hanya menjual makanan, tetapi juga suasana. At 06 Bali adalah salah satu bukti nyata bagaimana...
HomeBisnisCara Membuat Brosur Wisata yang Menarik: Panduan Praktis & Profesional 2026

Cara Membuat Brosur Wisata yang Menarik: Panduan Praktis & Profesional 2026

Brosur wisata tetap menjadi senjata ampuh untuk menarik wisatawan, baik dalam bentuk cetak maupun digital. Namun, brosur yang membosankan hanya akan berakhir di tempat sampah. Di tahun 2026, brosur yang sukses adalah yang mampu menggabungkan visual sinematik, informasi padat, dan QR Code interaktif.

Apakah Anda ingin mempromosikan destinasi tersembunyi di Bali atau paket tour mancanegara? Ikuti langkah-langkah simpel di bawah ini untuk menciptakan brosur yang membuat orang langsung ingin memesan tiket!

Mengapa Brosur Wisata Sangat Penting?

Sebelum masuk ke cara pembuatannya, Anda perlu memahami mengapa brosur wisata masih relevan, bahkan di era digital seperti sekarang:

  • Praktis dan mudah dibagikan
  • Mampu menarik perhatian secara visual
  • Dapat digunakan dalam event pariwisata, hotel, travel agent, dan pusat informasi turis
  • Menampilkan informasi jelas, ringkas, dan terstruktur
  • Tidak semua wisatawan mengandalkan internet saat berkunjung ke suatu tempat

Oleh karena itu, brosur wisata yang dirancang dengan baik dapat menjadi alat promosi yang kuat untuk meningkatkan kunjungan.

Cara Membuat Brosur Wisata yang Menarik

Berikut langkah-langkah lengkap yang bisa Anda ikuti untuk menciptakan brosur profesional dan menarik perhatian:

1. Tentukan “Hook” atau Daya Tarik Utama

Sebelum mendesain, tentukan satu hal yang membuat destinasi Anda unik.

  • Jangan tulis: “Wisata Alam yang Indah” (Terlalu umum).
  • Coba tulis: “Menikmati Matahari Terbit di Atas Awan Batur” (Lebih spesifik & menggoda).

2. Struktur Konten yang Mudah Dibaca

Jangan menumpuk teks. Gunakan rumus 3 Detik Pertama: Jika dalam 3 detik pembaca tidak paham apa yang Anda tawarkan, mereka akan membuang brosur tersebut.

Bagian BrosurIsi Konten
Halaman DepanFoto paling memukau, Judul Besar, dan Logo.
Isi UtamaManfaat/Pengalaman (Bukan sekadar daftar fasilitas).
Halaman BelakangKontak, Lokasi (Link Maps), dan Harga.

3. Pilih Alat Desain yang Tepat (Cepat & Gratis)

Anda tidak perlu menjadi ahli desain grafis. Di tahun 2026, gunakan aplikasi berbasis Cloud yang menyediakan ribuan template siap pakai:

  • Canva: Pilihan terbaik untuk pemula dengan fitur drag-and-drop.
  • Adobe Express: Cocok untuk hasil yang lebih artistik dan profesional.
  • Figma: Jika Anda ingin membuat brosur digital yang interaktif.

4. Gunakan Elemen Visual Berkualitas Tinggi

  • Foto Asli: Hindari stock photo yang terlihat palsu. Gunakan foto asli destinasi untuk membangun kepercayaan.
  • Palet Warna Tropis: Jika objeknya adalah Bali, gunakan kombinasi warna hijau hutan, biru laut, dan kuning hangat.
  • Tipografi: Gunakan maksimal 2 jenis font. Satu untuk judul (Bold), satu untuk isi teks (Simple & Clean).

5. Tambahkan Fitur Interaktif (Penting!)

Brosur modern harus menjembatani dunia fisik dan digital. Tambahkan:

  • QR Code: Hubungkan langsung ke video YouTube destinasi atau ke WhatsApp reservasi.
  • Testimoni: Sertakan kutipan singkat dari tamu sebelumnya untuk menambah kredibilitas.

Tips memilih foto yang tepat:

  • Fokus pada spot paling ikonik
  • Tampilkan aktivitas wisata
  • Gunakan foto lanskap untuk tampilan profesional
  • Hindari foto gelap atau buram

Ingat, visual adalah daya tarik utama yang membuat pembaca ingin datang ke tempat wisata tersebut.

6. Gunakan Desain Layout yang Rapi

Desain brosur harus memudahkan pembaca memahami informasi dengan cepat. Beberapa prinsip penting layout:

  • Gunakan grid agar brosur lebih terstruktur
  • Pastikan ada ruang kosong (white space) agar tidak terlihat penuh
  • Gunakan font yang mudah dibaca
  • Pilih warna yang sesuai dengan tema wisata

Misalnya, warna biru cocok untuk wisata pantai, sedangkan warna hijau cocok untuk wisata alam.

7. Gunakan Bahasa yang Ringkas dan Persuasif

Hindari paragraf panjang. Gunakan bullet point, kalimat aktif, dan pilihan kata yang menggugah.

Contoh kalimat persuasif:

  • “Rasakan pengalaman liburan tak terlupakan.”
  • “Temukan spot foto terbaik yang Instagrammable.”
  • “Nikmati suasana alam yang menenangkan.”

Bahasa seperti ini membuat brosur lebih hidup dan menarik perhatian.

8. Masukkan Call to Action (CTA)

CTA sangat penting agar pembaca tahu langkah selanjutnya. Contoh CTA untuk brosur wisata:

  • “Kunjungi sekarang!”
  • “Hubungi kami untuk booking.”
  • “Dapatkan promo spesial hari ini.”
  • “Scan QR untuk info selengkapnya.”

CTA membantu mengarahkan tindakan pembaca secara langsung.

9. Periksa Kembali Sebelum Dicetak

Sebelum masuk ke proses cetak, pastikan:

  • Tidak ada typo
  • Semua informasi benar
  • Nomor kontak aktif
  • Gambar tidak pecah
  • Layout tidak berantakan

Tahapan ini memastikan brosur terlihat profesional dan siap dibagikan.

Tabel: Elemen Wajib dalam Brosur Wisata

ElemenFungsi
Judul menarikMenarik perhatian pembaca
Foto berkualitasMenampilkan daya tarik wisata
Informasi detailMemberikan gambaran lengkap destinasi
CTAMengarahkan tindakan pembaca
Data kontakMemudahkan pembaca menghubungi pihak terkait
Desain visualMenambah kesan profesional dan menarik

Tips Agar Brosur Anda “Share-able” (Layak Bagikan)

Orang suka membagikan konten yang estetik dan bermanfaat.

  • Buat Versi Digital: Pastikan ada versi PDF atau JPG yang ringan untuk dibagikan lewat WhatsApp atau Instagram Story.
  • Infografis Ringkas: Jika brosur tentang “Panduan Mendaki”, buatlah daftar perlengkapan dalam bentuk ikon-ikon lucu.

Baca juga: Jasa Usaha Pariwisata: Pengertian, Jenis, dan Contoh Terlengkap

FAQ tentang Cara Membuat Brosur Wisata

1. Apakah brosur wisata harus menggunakan desain profesional?

Tidak wajib. Namun, desain profesional membuat brosur terlihat lebih meyakinkan dan menarik.

2. Bolehkah menggunakan template?

Boleh. Template membantu mempercepat proses pembuatan, asalkan tetap disesuaikan dengan identitas wisata.

3. Format apa yang digunakan untuk mencetak brosur?

Format umum yaitu A4 lipat tiga (tri-fold) atau A5 dua sisi.

4. Berapa banyak foto yang ideal dalam brosur wisata?

3–5 foto berkualitas tinggi sudah cukup untuk menarik perhatian tanpa membuat desain penuh.

5. Apakah brosur wisata efektif untuk promosi digital?

Sangat efektif jika dibuat dalam versi PDF atau gambar dan dibagikan melalui media sosial atau WhatsApp.

Index