Brosur wisata tetap menjadi senjata ampuh untuk menarik wisatawan, baik dalam bentuk cetak maupun digital. Namun, brosur yang membosankan hanya akan berakhir di tempat sampah. Di tahun 2026, brosur yang sukses adalah yang mampu menggabungkan visual sinematik, informasi padat, dan QR Code interaktif.
Apakah Anda ingin mempromosikan destinasi tersembunyi di Bali atau paket tour mancanegara? Ikuti langkah-langkah simpel di bawah ini untuk menciptakan brosur yang membuat orang langsung ingin memesan tiket!
Mengapa Brosur Wisata Sangat Penting?
Sebelum masuk ke cara pembuatannya, Anda perlu memahami mengapa brosur wisata masih relevan, bahkan di era digital seperti sekarang:
- Praktis dan mudah dibagikan
- Mampu menarik perhatian secara visual
- Dapat digunakan dalam event pariwisata, hotel, travel agent, dan pusat informasi turis
- Menampilkan informasi jelas, ringkas, dan terstruktur
- Tidak semua wisatawan mengandalkan internet saat berkunjung ke suatu tempat
Oleh karena itu, brosur wisata yang dirancang dengan baik dapat menjadi alat promosi yang kuat untuk meningkatkan kunjungan.
Cara Membuat Brosur Wisata yang Menarik
Berikut langkah-langkah lengkap yang bisa Anda ikuti untuk menciptakan brosur profesional dan menarik perhatian:
1. Tentukan “Hook” atau Daya Tarik Utama
Sebelum mendesain, tentukan satu hal yang membuat destinasi Anda unik.
- Jangan tulis: “Wisata Alam yang Indah” (Terlalu umum).
- Coba tulis: “Menikmati Matahari Terbit di Atas Awan Batur” (Lebih spesifik & menggoda).
2. Struktur Konten yang Mudah Dibaca
Jangan menumpuk teks. Gunakan rumus 3 Detik Pertama: Jika dalam 3 detik pembaca tidak paham apa yang Anda tawarkan, mereka akan membuang brosur tersebut.
| Bagian Brosur | Isi Konten |
| Halaman Depan | Foto paling memukau, Judul Besar, dan Logo. |
| Isi Utama | Manfaat/Pengalaman (Bukan sekadar daftar fasilitas). |
| Halaman Belakang | Kontak, Lokasi (Link Maps), dan Harga. |
3. Pilih Alat Desain yang Tepat (Cepat & Gratis)
Anda tidak perlu menjadi ahli desain grafis. Di tahun 2026, gunakan aplikasi berbasis Cloud yang menyediakan ribuan template siap pakai:
- Canva: Pilihan terbaik untuk pemula dengan fitur drag-and-drop.
- Adobe Express: Cocok untuk hasil yang lebih artistik dan profesional.
- Figma: Jika Anda ingin membuat brosur digital yang interaktif.
4. Gunakan Elemen Visual Berkualitas Tinggi
- Foto Asli: Hindari stock photo yang terlihat palsu. Gunakan foto asli destinasi untuk membangun kepercayaan.
- Palet Warna Tropis: Jika objeknya adalah Bali, gunakan kombinasi warna hijau hutan, biru laut, dan kuning hangat.
- Tipografi: Gunakan maksimal 2 jenis font. Satu untuk judul (Bold), satu untuk isi teks (Simple & Clean).
5. Tambahkan Fitur Interaktif (Penting!)
Brosur modern harus menjembatani dunia fisik dan digital. Tambahkan:
- QR Code: Hubungkan langsung ke video YouTube destinasi atau ke WhatsApp reservasi.
- Testimoni: Sertakan kutipan singkat dari tamu sebelumnya untuk menambah kredibilitas.
Tips memilih foto yang tepat:
- Fokus pada spot paling ikonik
- Tampilkan aktivitas wisata
- Gunakan foto lanskap untuk tampilan profesional
- Hindari foto gelap atau buram
Ingat, visual adalah daya tarik utama yang membuat pembaca ingin datang ke tempat wisata tersebut.
6. Gunakan Desain Layout yang Rapi
Desain brosur harus memudahkan pembaca memahami informasi dengan cepat. Beberapa prinsip penting layout:
- Gunakan grid agar brosur lebih terstruktur
- Pastikan ada ruang kosong (white space) agar tidak terlihat penuh
- Gunakan font yang mudah dibaca
- Pilih warna yang sesuai dengan tema wisata
Misalnya, warna biru cocok untuk wisata pantai, sedangkan warna hijau cocok untuk wisata alam.
7. Gunakan Bahasa yang Ringkas dan Persuasif
Hindari paragraf panjang. Gunakan bullet point, kalimat aktif, dan pilihan kata yang menggugah.
Contoh kalimat persuasif:
- “Rasakan pengalaman liburan tak terlupakan.”
- “Temukan spot foto terbaik yang Instagrammable.”
- “Nikmati suasana alam yang menenangkan.”
Bahasa seperti ini membuat brosur lebih hidup dan menarik perhatian.
8. Masukkan Call to Action (CTA)
CTA sangat penting agar pembaca tahu langkah selanjutnya. Contoh CTA untuk brosur wisata:
- “Kunjungi sekarang!”
- “Hubungi kami untuk booking.”
- “Dapatkan promo spesial hari ini.”
- “Scan QR untuk info selengkapnya.”
CTA membantu mengarahkan tindakan pembaca secara langsung.
9. Periksa Kembali Sebelum Dicetak
Sebelum masuk ke proses cetak, pastikan:
- Tidak ada typo
- Semua informasi benar
- Nomor kontak aktif
- Gambar tidak pecah
- Layout tidak berantakan
Tahapan ini memastikan brosur terlihat profesional dan siap dibagikan.
Tabel: Elemen Wajib dalam Brosur Wisata
| Elemen | Fungsi |
| Judul menarik | Menarik perhatian pembaca |
| Foto berkualitas | Menampilkan daya tarik wisata |
| Informasi detail | Memberikan gambaran lengkap destinasi |
| CTA | Mengarahkan tindakan pembaca |
| Data kontak | Memudahkan pembaca menghubungi pihak terkait |
| Desain visual | Menambah kesan profesional dan menarik |
Tips Agar Brosur Anda “Share-able” (Layak Bagikan)
Orang suka membagikan konten yang estetik dan bermanfaat.
- Buat Versi Digital: Pastikan ada versi PDF atau JPG yang ringan untuk dibagikan lewat WhatsApp atau Instagram Story.
- Infografis Ringkas: Jika brosur tentang “Panduan Mendaki”, buatlah daftar perlengkapan dalam bentuk ikon-ikon lucu.
Baca juga: Jasa Usaha Pariwisata: Pengertian, Jenis, dan Contoh Terlengkap
FAQ tentang Cara Membuat Brosur Wisata
Tidak wajib. Namun, desain profesional membuat brosur terlihat lebih meyakinkan dan menarik.
Boleh. Template membantu mempercepat proses pembuatan, asalkan tetap disesuaikan dengan identitas wisata.
Format umum yaitu A4 lipat tiga (tri-fold) atau A5 dua sisi.
3–5 foto berkualitas tinggi sudah cukup untuk menarik perhatian tanpa membuat desain penuh.
Sangat efektif jika dibuat dalam versi PDF atau gambar dan dibagikan melalui media sosial atau WhatsApp.

