Esports World Cup 2026 akan menjadi salah satu ajang esports terbesar di dunia dengan menampilkan 24 judul game, di mana 20 di antaranya telah dikonfirmasi oleh panitia resmi. Persaingan di EWC 2026 diprediksi akan lebih ketat dibandingkan edisi sebelumnya karena hadirnya negara-negara unggulan seperti Korea Selatan, Tiongkok, Amerika Serikat, Brasil, dan Eropa Barat yang memiliki tradisi panjang dalam dunia esports profesional.
Korea Selatan diperkirakan tetap menjadi kekuatan dominan, terutama di genre MOBA dan FPS seperti League of Legends dan Valorant. Di sisi lain, Tiongkok menonjol dalam game mobile seperti Honor of Kings dan PUBG Mobile, sementara Amerika Serikat menunjukkan performa kuat dalam Call of Duty: Warzone dan Overwatch 2. Dominasi antarnegara ini menciptakan dinamika kompetitif yang membuat EWC 2026 menjadi turnamen paling bergengsi dalam sejarah esports modern.
Peta Kekuatan Negara Unggulan Esports World Cup 2026
Setiap negara unggulan di Esports World Cup 2026 memiliki spesialisasi tersendiri di berbagai genre game. Negara-negara Asia dikenal memiliki kedisiplinan tinggi dalam pelatihan dan strategi tim, sedangkan negara-negara Barat unggul dalam inovasi dan mental kompetitif. Hal ini menjadikan turnamen 2026 sebagai ajang benturan gaya bermain yang unik antara Timur dan Barat.
Berikut tabel peta kekuatan negara-negara unggulan yang diprediksi akan tampil dominan di EWC 2026:
| Negara | Game Andalan | Genre Unggulan | Peluang Juara (%) |
| Korea Selatan | League of Legends, Valorant | MOBA, FPS | 28% |
| Tiongkok | Honor of Kings, PUBG Mobile | Mobile MOBA, Battle Royale | 24% |
| Amerika Serikat | Call of Duty: Warzone, Overwatch 2 | FPS, Team Strategy | 20% |
| Brasil | Free Fire, EA Sports FC 26 | Battle Royale, Sports | 12% |
| Eropa Barat (Prancis, Swedia, Jerman) | Dota 2, Rainbow Six Siege X | MOBA, Tactical FPS | 10% |
| Asia Tenggara (Filipina, Indonesia) | Mobile Legends: Bang Bang | MOBA Mobile | 6% |
Kombinasi pengalaman, infrastruktur pelatihan, dan dukungan industri menjadikan enam wilayah tersebut sebagai poros utama kekuatan esports dunia menjelang EWC 2026.
Persaingan Ketat dari Edisi Sebelumnya
Melihat sejarah penyelenggaraan Esports World Cup sebelumnya, negara-negara seperti Korea Selatan dan Tiongkok kerap menjadi finalis tetap di berbagai kategori. Di edisi 2025, kedua negara tersebut bahkan mendominasi podium untuk judul-judul besar seperti League of Legends, PUBG Mobile, dan Valorant. Tahun 2026 diperkirakan tidak jauh berbeda, namun negara seperti Amerika Serikat dan Brasil mulai menunjukkan peningkatan signifikan melalui sistem pelatihan klub yang lebih modern dan dukungan pemerintah.
Negara-negara Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan Filipina, juga menjadi sorotan baru setelah menunjukkan performa mengesankan di cabang Mobile Legends: Bang Bang dan Free Fire. Peningkatan kemampuan pemain dari kawasan ini menandakan bahwa persaingan EWC 2026 tidak akan lagi didominasi oleh segelintir negara saja, tetapi menjadi lebih terbuka dan dinamis.
Prediksi Juara Dunia dan Dampaknya terhadap Esports Global
Prediksi sementara menunjukkan bahwa Korea Selatan dan Tiongkok masih menjadi kandidat kuat juara dunia EWC 2026. Namun, dengan masuknya publisher besar dan sistem liga yang lebih merata, peluang munculnya kejutan dari negara-negara berkembang tetap terbuka lebar. Selain itu, format kompetisi tahun 2026 yang lebih inklusif memberi ruang bagi klub-klub baru untuk menunjukkan potensinya.
Berikut ini adalah tabel prediksi juara dunia berdasarkan performa historis dan kekuatan roster pada 2025–2026:
| Negara | Game Potensial Juara | Rata-rata Ranking Global | Peluang Juara |
| Korea Selatan | League of Legends, Valorant | #1–#2 | Sangat Tinggi |
| Tiongkok | Honor of Kings, Dota 2 | #1–#3 | Tinggi |
| Amerika Serikat | Overwatch 2, Warzone | #2–#4 | Sedang |
| Brasil | Free Fire, EA Sports FC 26 | #3–#6 | Sedang |
| Indonesia | Mobile Legends, Free Fire | #5–#8 | Berpotensi |
| Eropa Barat | Rainbow Six Siege X, Dota 2 | #3–#5 | Tinggi |
EWC 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan trofi, tetapi juga simbol kebangkitan negara-negara baru di dunia esports. Keberhasilan tim dari berbagai wilayah akan menentukan arah perkembangan industri esports global, baik dari segi investasi, penonton, maupun reputasi internasional.
FAQ (Frequently Asked Questions)
A1: Korea Selatan dan Tiongkok mendominasi sebagian besar gelar juara sejak EWC pertama kali diselenggarakan, terutama di game bergenre MOBA dan FPS.
A2: Ya, Indonesia berpeluang besar di kategori Mobile Legends: Bang Bang dan Free Fire berkat performa kuat di turnamen regional Asia Tenggara.
A3: EWC 2026 menggunakan sistem kualifikasi regional dengan format liga dan playoff global yang menampilkan 24 judul game utama.

