Site icon balinewsweek.id

Gangga Coffee Ubud: Menyesap Keheningan dalam Secangkir Kopi Specialty

Gangga Coffee Ubud

Gangga Coffee Ubud

Ubud selalu punya cara untuk memperlambat waktu, dan Gangga Coffee Ubud adalah salah satu instrumen terbaiknya. Terletak sedikit menjauh dari hiruk-pikuk pusat Ubud, kafe ini menawarkan pengalaman coffee cupping yang otentik dengan latar belakang pemandangan sawah yang hijau menyejukkan. Nama “Gangga” sendiri merefleksikan kemurnian, yang mereka aplikasikan melalui pemilihan biji kopi pilihan dari berbagai pelosok Nusantara.

Gangga Coffee bukan sekadar tempat singgah untuk mencari asupan kafein. Ia adalah rumah bagi para barista berbakat yang sangat menghargai proses, mulai dari roasting hingga penyajian. Desain bangunannya yang didominasi unsur kayu dan ruang terbuka membuat sirkulasi udara terasa segar, menciptakan atmosfer yang sangat mendukung untuk kontemplasi atau sekadar membaca buku.

Kualitas Biji Kopi Lokal yang Setara dengan Kafe Global

Salah satu keunggulan Gangga Coffee adalah dedikasi mereka terhadap pemberdayaan petani kopi lokal Indonesia. Mereka melakukan proses roasting secara mandiri untuk memastikan setiap profil rasa biji kopi keluar dengan sempurna. Jika Anda terbiasa dengan standar penyajian artisan yang ditemukan di Seabird Bistro Canggu, maka Anda akan menemukan ketelitian yang sama di sini, namun dengan sentuhan budaya Ubud yang lebih kental dan membumi.

Di sini, Anda bisa memilih berbagai metode penyeduhan, mulai dari V60, Syphon, hingga Cold Brew yang difermentasi dengan sempurna. Setiap cangkir kopi yang disajikan bercerita tentang tanah asalnya, memberikan edukasi terselubung bagi setiap pengunjung yang menyesapnya.

Destinasi Brunch yang Menenangkan di Pinggir Sawah

Selain kopi, Gangga Coffee juga menyajikan deretan menu sarapan dan makan siang yang sangat menggugah selera. Menu mereka berfokus pada bahan-bahan segar yang didapat dari pasar lokal setiap pagi. Suasananya yang santai dan terbuka memberikan alternatif bagi wisatawan yang menyukai konsep all-day breakfast seperti yang ditawarkan di Milk Madu Canggu, namun dengan bonus pemandangan sawah dan suara gemericik air yang tidak akan Anda temukan di kawasan pesisir.

Kombinasi antara aroma kopi yang baru disangrai dengan semilir angin sawah menciptakan harmoni yang membuat siapa pun betah berlama-lama. Tak heran jika Gangga Coffee menjadi markas favorit bagi para digital nomad di Ubud yang mencari inspirasi dalam ketenangan.

Analisis Skor & Evaluasi

Berikut adalah penilaian untuk Gangga Coffee Ubud:

Parameter PenilaianSkor (1-10)Catatan Senior Content Writer
Kualitas Kopi9.8Roastery mandiri dengan kualitas biji specialty.
Pemandangan (View)9.5Menghadap langsung ke sawah yang asri.
Fasilitas Kerja9.2Meja luas, banyak colokan, dan Wi-Fi stabil.
Rasa Makanan8.9Hidangan lokal dan barat yang seimbang.
Layanan Pelanggan9.4Barista sangat komunikatif mengenai profil kopi.

Skor Keseluruhan: 9.4/10

Menu Terpopuler & Daftar Harga (2026)

Nama MenuDeskripsi SingkatEstimasi Harga
Gangga Signature LatteLatte lembut dengan sentuhan gula aren organik.Rp 45.000
V60 Manual BrewPilihan biji kopi single origin (Kintamani/Gayo).Rp 40.000
Avocado SmashRoti sourdough dengan alpukat dan poached egg.Rp 75.000
Nasi Campur GanggaVersi modern nasi campur dengan lauk premium.Rp 85.000
Homemade Carrot CakeKue wortel yang rempahnya sangat terasa.Rp 38.000

Kelebihan dan Kekurangan (Honest Review)

Kelebihan:

Kekurangan:

Lokasi & Panduan Peta Digital

Gangga Coffee terletak di area Tegallalang/Ubud utara, memberikan akses visual sawah yang masih sangat alami.

Kesimpulan

Gangga Coffee Ubud adalah perpaduan antara keahlian barista kelas dunia dan kedamaian alam Bali. Ia adalah destinasi yang sempurna bagi siapa saja yang ingin melarikan diri sejenak dari rutinitas dan kembali menemukan kenikmatan dalam kesederhanaan secangkir kopi.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apakah Gangga Coffee memiliki roastery sendiri?

Ya, mereka memanggang biji kopi mereka sendiri secara lokal untuk memastikan kesegaran dan kontrol kualitas yang ketat.

2. Apakah ada menu vegan di sini?

3. Jam berapa waktu terbaik untuk berkunjung?

Pukul 08.00 – 10.00 pagi adalah waktu terbaik untuk menikmati kopi sambil melihat petani beraktivitas di sawah dengan udara yang masih sejuk.

Exit mobile version