Site icon balinewsweek.id

9 Pura Kahyangan Jagat di Bali: Daftar Lengkap dan Makna Spiritualnya

Pura luhur di bali

Pura luhur di bali

Bali dijuluki sebagai “Pulau Seribu Pura”, namun di antara ribuan pura tersebut, terdapat sembilan pura utama yang memegang peranan paling vital bagi keseimbangan alam dan spiritualitas pulau ini. Pura-pura ini disebut sebagai Pura Kahyangan Jagat atau Pura Sad Kahyangan (dalam beberapa versi).

Pura-pura ini dibangun di sembilan penjuru mata angin untuk memohon perlindungan bagi seluruh umat manusia. Mari kita jelajahi daftar lengkap pura suci ini beserta fungsi dan lokasinya.

Mengenal Konsep Pura Kahyangan Jagat

Pura Kahyangan Jagat (secara harfiah berarti “pura dunia”) adalah sekumpulan pura yang dibangun di titik-titik strategis Bali dan berfungsi sebagai pilar spiritual. Konsep ini berlandaskan ajaran Hindu Bali, di mana pura-pura tersebut diyakini sebagai stana (tempat bersemayam) manifestasi dewa. Selain itu, pura-pura ini berperan sebagai benteng pertahanan spiritual yang melindungi Pulau Bali dari sembilan arah mata angin, sesuai ajaran Nawa Dewata.

Ada sembilan Pura Kahyangan Jagat utama yang menjaga keharmonisan bhuana agung (alam semesta) dan bhuana alit (alam mikro atau kehidupan manusia) di Bali.

Makna Pura Kahyangan Jagat bagi Masyarakat Bali

Secara filosofis, keberadaan pura ini bertujuan untuk menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan (Tri Hita Karana). Pura ini bukan milik satu desa atau klan tertentu, melainkan milik seluruh umat Hindu di Bali dan dunia.

Berikut adalah daftar 9 Pura Kahyangan Jagat yang harus Anda ketahui:

1. Pura Besakih (Pusat / Tengah)

Dikenal sebagai “The Mother Temple of Bali”, Pura Besakih adalah pusat dari seluruh pura di Bali. Terletak di lereng Gunung Agung, pura ini merupakan tempat pemujaan Dewa Siwa sebagai manifestasi Tuhan yang tertinggi.

2. Pura Lempuyang Luhur (Timur)

Terletak di puncak Bukit Bisbis, Karangasem. Pura ini memuja Dewa Iswara. Gerbang ikoniknya yang menghadap Gunung Agung kini menjadi salah satu daya tarik visual paling terkenal di dunia.

3. Pura Goa Lawah (Tenggara)

Unik karena keberadaan gua yang dihuni ribuan kelelawar di dalam kompleks pura. Pura ini merupakan tempat pemujaan Dewa Maheswara.

4. Pura Uluwatu (Barat Daya)

Berdiri megah di atas tebing setinggi 97 meter yang menjorok ke Samudra Hindia. Pura ini memuja Dewa Rudra dan terkenal dengan pertunjukan Tari Kecak serta pemandangan matahari terbenamnya.

Tabel Ringkasan: Sembilan Penjuru Mata Angin

Nama PuraMata AnginDewa Yang DipujaLokasi (Kabupaten)
BesakihTengahDewa SiwaKarangasem
LempuyangTimurDewa IswaraKarangasem
AndakasaSelatanDewa BrahmaKarangasem
UluwatuBarat DayaDewa RudraBadung
BatukaruBaratDewa MahadewaTabanan
Ulun Danu BaturUtaraDewa WisnuBangli

(Catatan: Daftar lengkap mencakup Pura Goa Lawah, Pura Puncak Mangu, dan Pura Silayukti tergantung pada versi teks teologi yang digunakan).

Etika dan Aturan Berkunjung ke Pura Suci

Karena pura-pura ini adalah tempat ibadah yang sangat disucikan, pengunjung (baik wisatawan maupun pemedek) wajib mematuhi aturan berikut:

  1. Pakaian Sopan: Wajib menggunakan sarung (kamen) dan selendang (senteng).
  2. Kondisi Tubuh: Wanita yang sedang dalam masa menstruasi dilarang memasuki area utama pura (Jeroan).
  3. Sikap Tenang: Hindari berbicara keras, berteriak, atau mengganggu jalannya upacara keagamaan.
  4. Dilarang Menaiki Area Suci: Jangan pernah memanjat bangunan pura atau duduk di tempat yang lebih tinggi dari pendeta atau pelinggih.

Kesimpulan 

Memahami apa saja pura luhur di bali adalah kunci untuk menghargai keunikan budaya dan spiritualitas pulau ini. Pura-pura ini bukan hanya monumen sejarah, tetapi juga pusat kehidupan keagamaan yang terus berfungsi hingga saat ini

Faq mengenai pura luhur di bali

1. Apa perbedaan pura luhur dengan pura biasa?

Pura luhur mengacu pada pura yang memiliki kedudukan spiritual sangat tingi (seperti kahyangan jagat atau kahyangan tiga). Yang berfungsi persembahannya mencakup seluruh pulau atau wilayah yang sangat luas. Sementara pura biasa seperti dadia biasanya hanya berfungsi untuk komunitas atau keluarga tertentu

2. Mengapa pura kahyangan jagat harus ada sembilan?

Jumlah sembilan melambangkan nawa dewata, yaitu sembilan menifestasi dewa yang menguasai sembilan penjuru mata angin, termasuk pusat ini mencerminkan kepercayaan hindu bali tentang menjaga keseimbangan mekrokosmos (bhuana agung) dari semua arah

3. Bisakah wisatawan mengunjungi semua pura luhur ini?

Ya, sebagian besar pura luhur ini terbuka untuk umum, tetapi harus dengan menghormati kesakralan tempat tersebut dengan mengenakan pakaian adat bali (sarung dan selendang), dan juga ada area paling suci yang hanya boleh dimasuki oleh umat hindu

Exit mobile version