Cara menentukan harga jual agar tidak rugi harga jual adalah salah satu langkah paling penting dalam menjalankan bisnis, baik itu bisnis kuliner, fashion, jasa, ataupun UMKM. Penetapan harga yang salah dapat membuat bisnis sulit berkembang, margin tipis, bahkan menyebabkan kerugian. Banyak pelaku usaha yang hanya meniru harga kompetitor atau menambah sedikit margin tanpa menghitung modal dengan benar. Akibatnya, keuntungan tidak pernah stabil dan arus kas pun terganggu.
Jika kamu menjalankan bisnis di area wisata, strategi harga yang benar menjadi semakin penting karena persaingan yang ketat dan biaya operasional yang biasanya lebih tinggi. Kamu juga bisa melihat referensi strategi bisnis untuk memahami pola harga dan perilaku konsumen di lokasi wisata.
1. Hitung Semua Biaya Modal (Cost of Goods Sold / HPP)
Langkah pertama cara menentukan harga jual agar tidak rugi adalah mengetahui total biaya modal atau HPP (Harga Pokok Produksi). Banyak pelaku usaha hanya menghitung bahan utama, padahal biaya modal mencakup semua elemen berikut:
- Bahan baku
- Bahan pendukung
- Tenaga kerja langsung (jika ada)
- Biaya kemasan
- Biaya gas/listrik untuk produksi
- Biaya transport pembelian bahan
- Biaya sewa tempat produksi (jika dihitung per unit)
Contoh sederhana menghitung HPP:
Jika kamu menjual minuman kopi susu:
| Komponen | Biaya Per Cup |
|---|---|
| Kopi bubuk | Rp3.000 |
| Susu | Rp2.000 |
| Gula | Rp500 |
| Cup + tutup + sedotan | Rp1.500 |
| Gas/listrik (alokasi) | Rp300 |
| Total HPP | Rp7.300 |
Jadi modal per cup adalah Rp7.300.
2. Tentukan Margin Keuntungan yang Realistis
Setelah menghitung HPP, tentukan berapa margin keuntungan yang kamu inginkan.
Margin umum yang dipakai UMKM:
- Kuliner: 30%–60%
- Retail / Fashion: 40%–100%
- Kerajinan / Handmade: 50%–150%
- Jasa: 100% ke atas
Jika HPP-nya Rp7.300 dan kamu ingin margin 50%, maka:
Harga Jual = HPP + (HPP x margin)
Harga Jual = 7.300 + (7.300 x 50%) = 7.300 + 3.650 = Rp10.950
Kamu bisa bulatkan menjadi Rp11.000.
3. Hitung Beban Operasional (Biaya Tidak Langsung)
Selain HPP, ada biaya yang sifatnya tidak langsung, seperti:
- Sewa tempat
- Gaji karyawan
- Listrik & air
- WiFi
- Pajak & izin
- Marketing (iklan, label, foto produk)
- Packaging premium
- Biaya pengiriman (jika ada layanan free ongkir)
Biaya operasional ini harus dialokasikan ke harga jual.
Misalnya biaya operasional bulanan Rp3.000.000 dan kamu estimasi bisa menjual 600 cup dalam sebulan.
Maka biaya operasional per cup:
Rp3.000.000 / 600 = Rp5.000 per cup
Jadi harga jual yang benar:
HPP (7.300) + Margin (3.650) + Operasional (5.000) = Rp15.950
Harga ini bisa dibulatkan menjadi Rp16.000 atau Rp17.000 tergantung strategi.
4. Analisis Kompetitor untuk Menentukan Harga yang Tepat
Setelah mendapatkan harga ideal secara matematis, jangan langsung dipasang.
Kamu perlu cek harga kompetitor:
- Apakah mereka menjual lebih murah atau lebih mahal?
- Apa nilai tambah mereka? (kemasan, rasa, lokasi, pelayanan)
- Apakah harga pasarmu sensitif atau fleksibel?
Jika harga pasar untuk kopi susu di area kamu rata-rata Rp18.000, maka aman menjual di Rp16.000–Rp18.000.
5. Tentukan Nilai Tambah (Value) Produkmu
Harga bukan hanya soal angka, tapi soal value.
Kamu bisa menaikkan harga jual jika memiliki keunggulan seperti:
- Kemasan premium
- Rasa lebih konsisten
- Lokasi strategis
- Pelayanan cepat
- Brand yang kuat
- Foto promosi yang profesional
Semakin besar value, semakin tinggi daya jual produkmu.
6. Gunakan Rumus Pricing yang Tepat
Berikut rumus menentukan harga jual yang paling umum digunakan UMKM:
A. Cost Plus Pricing
Harga Jual = HPP + Margin
Contoh: 7.300 + 50% = Rp11.000
B. Keystone Pricing (Retail)
Harga Jual = HPP x 2
Cocok untuk fashion dan aksesoris.
C. Competitive Pricing
Harga mengikuti harga pasar, cocok untuk bisnis dengan persaingan ketat.
7. Buat Tabel Perhitungan Harga Jual yang Mudah Digunakan
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Total HPP | Rp7.300 |
| Margin 50% | Rp3.650 |
| Biaya Operasional per Unit | Rp5.000 |
| Harga Jual yang Direkomendasikan | Rp15.950 – Rp17.000 |
8. Tes Harga & Evaluasi Secara Berkala
Harga tidak harus selamanya sama. Evaluasi minimal setiap 3 bulan:
- Berubahnya harga bahan baku
- Naiknya biaya operasional
- Permintaan pasar
- Strategi kompetitor
Jika bahan naik, kamu tidak harus langsung menaikkan harga—bisa kecilkan porsi atau buat varian size.
FAQ: Cara Menentukan Harga Jual
1. Apa yang terjadi jika harga jual terlalu murah?
Bisnismu akan sulit berkembang, margin tipis, dan kamu bisa rugi setiap bulan tanpa disadari.
2. Apa boleh menjual lebih mahal dari kompetitor?
Boleh, asalkan kamu memberi value lebih seperti kualitas rasa, pelayanan, atau kemasan.
3. Berapa margin ideal untuk UMKM kuliner?
Rata-rata 30–60%, tergantung lokasi dan biaya operasional.
4. Bagaimana menentukan harga jika bisnis berada di tempat wisata?
Gunakan strategi value pricing, dan sesuaikan dengan perilaku wisatawan. Lihat panduan dari artikel Tips Bisnis Kuliner di Tempat Wisata agar harga tetap kompetitif.
5. Harga harus diubah kapan?
Saat HPP naik, kompetitor berubah strategi, atau permintaan turun.

